Kunyit (Curcuma longa)

FOTO TUMBUHAN

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Divisi : Magnoliophyta 

Kelas : Liliopsida 

Anak Kelas : Zingiberidae

Bangsa : Zingiberales

Suku : Zingiberaceae 

Marga : Curcuma L. 

Jenis : Curcuma longa L, Curcuma domestica Valeton (Sinonim)

Nama Daerah : Kunyit (Indonesia), Kunyet (Aceh), Hunik (Batak), Cahang (Dayak) Koneng (Sunda), Kunir (Jawa), Temo Koneng (Madura), Kunyik (Sasak), Alawahu (Gorontalo), Kumino (Ambon), Kaindefu, Yaw (Papua) [3]

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Rimpang [4]

DESKRIPSI TUMBUHAN

Semak tinggi ±70 cm, batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, berwarna hijau kekuningan. Daun tunggal membentuk lanset memanjang. Helai daun 3-8, ujung dan pangkal daun runcing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12 cm. Pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau pucat. Bunga majemuk berambut bersisik. Panjang tangkai 16-40 cm. Panjang mahkota 3 cm, lebar 1 cm, berwarna kuning. Kelopak silindris, bercangap 3, tipis dan berwarna ungu. Oangkal daun pelindung putih. Akar serabut berwarna coklat muda. Rimpan warna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan. [4]

FOTO MIKROSKOPIK

Fragmen 1 : Jaringan Pengangkut dengan Penebalan Tangga
Fragmen 2 : Rambut Penutup
Fragmen 3 : Parenkim dengan Amilum dan Zat Kuning
Fragmen 4 : Zat kuning

KANDUNGAN KIMIA

Senyawa Identitas : Kurkumin

Senyawa lain

Demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, α-felandren, sabinen, sineol, borneol, zingiberen, kurkumen, α- dan β- turmeron

DATA KEAMANAN

LD50 : lebih besar dari 15 g/kg BB (Mencit, Per Oral), ekstrak air pada mencit secara intraperitoneal 18,72 mg/10 g BB [4]

Data lain : [4]

  • 0,8 mg/kg BB kurkumin/hari dan tikus 1,8 mg/kg BB kurkumin/hari tidak menunjukkan efek samping
  • Tidak bersifat mutagenik dan teratogenik, diklasifikasikan sebagai Generally Recognized as Safe (GRAS) oleh FDA
  • Tidak ada efek samping pada pasien artitis rematoid yang diberi 1200 mg/hari kurkumin selama 2 minggu. Tidak ada efek toksik pada 2,2 g kunyit per oral (setara 180 mg kurkumin)/ hari selama 4 bulan

 

DATA MANFAAT

a. Uji Praklinik

Antihiperkolesterolemia

  • Pemberian ekstrak kunyit 200 mg/kg BB pada tikus menunjukkan aktivitas anihiperkolesterolemia, menurunkan LDL tanpa mempengaruhi HDL. [4]
  • Ekstrak etanol dosis 30 mg/kg BB secara intragastrik setiap 6 jam selama 48 jam menunjukkan aktivitas antihiperkolesterolemia. [4]
  • Mekanisme kerja : Kurkumin meningkatkan aktivitas kolesterol-7α-hidroksilase dan meningkatkan katabolisme kolesterol. Pada jaringan dan mikrosom hati tikus, kandungan demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin dan asetilkurkumin menghambat lipid peroksidase. [4]

Antiplatelet :

100 mg/kg Curcuma longa pada tikus dengan model ischemia-reperfusion (I/R) dari infark miokard (MI) menghasilkan restorasi status antioksidan miokard dan merubah parameter hemodinamik dibanding kontrol I/R. I/R-induced lipid peroxidase dihambat secara bermakna oleh terapi Curcuma longa. Efek kardioprotektif juga terlihat pada pemulihan fungsi jantung.

Gastritis :

  • Ekstrak etanol per oral menghambat asam lambung, sekresi gaster, dan pembentukan ulkus yang setara dengan efek ranitidine. Kunyit juga menekan produksi cAMP yang diinduksi histamin, dengan induksi langsung H2R.
  • Pemberian ekstrak etanol menurunkan indeks ulkus dan keasaman lambung, mengurangi intensitas ulkus yang diinduksi indometacin atau reserpin, menurunkan gastric mucosal non-protein sulfhydryl yang diinduksi oleh etanol 80%.

Hepatoprotektor :

  • Pemberian 30 mg/kg BB kurkumin/hari selama 10 hari efektif sebagai protektor pada tikus yang diinduksi hepatotoksik dengan karbon tetraklorida, aflatoksin B1, parasetamol, besi, dan sikofosfamid. Pemberian kunyit 80% dan kurkumin pada konsentrasi 2 µg dapat menghambat induksi mutagen yaitu aflatoksin B1 pada percobaan pembiakan Salmonella thyphimurium Strain TA98 dan TA100.
  • Pemberian kunyit 5% dan 10% merangsang enzim yang memetabolisme xenobiotik (arilhidrokarbon hidroksilase, UDP glukoronil transferase, dan glutation-S-transferase). Kurkumin merupakan penghambat sitokrom 450 IA yang kuat yaitu isoenzim yang terliba pada beberapa toksin, termasuk benzopyren.
  • Ekstrak air kunyit (10 mg/mL) menghambat produksi toksin 99% pada duckling yang diinduksi aflatoksin. Terapi kunyit dan kurkumin menunjukkan perbaikan hampir sempurna dari perlemakan dan nekrosis yang diinduksi aflatoksin.

b. Uji Klinik

Antihiperkolesterolemia :

  • Uji acak terkontrol terhadap subyek DM tipe-2 menunjukkan pemberian kapsul kombinasi ekstrak kunyit (200 mg/kapsul) dan bawang putih (200 mg/kapsul) dengan dosis 2,4 g per hari selama 12 minggu menunjukkan perbaikan profil lipid (penurunan kolesterol total, LDL, trigliserid), penurunan glukosa darah puasa, dan penurunan kadar HbA1C [4]
  • 10 sukarelawan sehat diberi 500 mg kurkumin selama 7 hari menghasilkan penurunan bermakna kadar lipid peroksida serum (33%0 dan peningkatan HDL kolesterol (29%) serta penurunan kadar serum kolesterol total (12%). [4]

Gastritis :

  • Uji klinik fase II pada 25 pasien yang didiagnosis ulkus peptikum dengan endoskopi, diberi serbuk kunyit 5 x 600 mg/hari. Ulkus sembuh pada 48% pasien setelah 4 minggu dan 72% setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping yang terjadi. Studi membandingkan efek kunyit dengan antasid didapatkan pengurangan besar ulkus 51,9% pada kunyit dibanding 34,8% pada antasid.
  • Pemberian kunyit 4 x 500 mg/hari selama 7 hari menunjukkan respin bermakna, menyembuhkan ulkus da menurukan nyeri abdomen, gas, atau dispepsia atonik.
  • Studi tanpa kontrol pada 25 pasien ulkus peptikum yang diberi kunyit 5 x 600 mg/hari selama 12 minggu, didapatkan hasil ulkus menghilang pada 19 pasien. Studi RCT multicenter dilakukan pada 106 pasien dengan dispepsia yang diterapi dengan 2 g kunyit selama 7 hari (n=38). Sebagai kontrol, diberikan kombinasi herbal cascara, nux vomica, dan jahe (n=30) atau plasebo (n=38). Pada akhir studi, 87% kelompok kunyit, 83% kelompok campuran herbal, dan 53% kelompok plasebo memperlihatkan perbaikan menonjol. Kelompok kunyit secara klinis berbeda bermakna dibanding plasebo (p=0,003).

INDIKASI

Dislipidemia, hiperkolesterolemia, antiplatelet (Grade C), gastritis, ulkus peptikum (Grade C), hepatoprotektor [4]

 

KONTRAINDIKASI

Obstruksi saluran empedu, kolestitis. Hipersensitivitas terhadap komponen kunyit, gagal ginjal akut, anak < 12 tahun. [4]

PERINGATAN

Hati-hati pada pasien dengan batu empedu, sebaiknya konsul ke dokter ahli penyakit dalam. Hati-hati penggunaan pada kehamilan dan masa menyusui karena belum ada data keamanannnya. [4]

PERHATIAN

  • Efek Samping : Mual pada dosis tinggi [4]
  • Interaksi : Dapat meningkatkan aktivitas obat antikoagulan, antiplatelet, trombolitik, sehingga meningkatkan risiko pendarahan. Interaksi kurkumin dengan herbal yang lain: orang sehat diberi 2 g kurkumin dikombinasi dengan 20 mg piperin, bioavailabilitas kurkumin meningkat 20 kali. [4]


DOSIS

  • Dislipidemia, hiperkolesterolemia, antiplatelet: 2×1 tablet (200 mg ekstrak)/hari sebelum makan [4]
  • Hepatoprotektor: 3×1 tablet (500 mg ekstrak)/hari [4]
  • Gastritis, ulkus peptikum: 3×1 kapsul (500 mg ekstrak)/hari [4] 
  • Perut Kembung: 3×50 g rimpang/hari; Penggunaan: bahan dihaluskan, tambahkan air secukupnya, peras, saring, bagi 3 menjadi 3 bagian. [7]
  • Pegal linu:
    • 3×1-3 g serbuk rimpang/hari; Penggunaan: bahan diseduh dengan 1 cangkir air mendidih, diamkan, saring dan diminum selagi hangat. [7]
    • 20 g rimpang segar/hari; Penggunaan: bahan dibuang kulitnya, dihaluskan. tambahkan 2 sdm air panas, peras dan saring. Boleh ditambahkan air secukupnya dan 1 sdm madu, diminum sekaligus. [7]
  • Eksim: 1 kepal rimpang; Penggunaan: bahan dihaluskan, lalu ditempel/digosok pada bagian kulit yang terkena eksim [7]
  • Sakit pinggang: 1×3-9 g rimpang/hari; Penggunaan: bahan diparut, ditempelkan pada bagian yang sakit, dan didiamkan sampai kering. [7]
 

PUSTAKA


  1. https://www.plantslive.in/wp-content/uploads/2017/11/curcuma-longa.jpg 
  2. http://www.teraswarta.com/wp-content/uploads/2014/01/manfaat-kunyit-untuk-kecantikan.jpg  
  3. https://plants.usda.gov/core/profile?symbol=CULO 
  4. Menkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. hal 26-27, 131-134, 144-146, 193-196
  5. Kemenkes RI. 2008. Farmakope Herbal Indonesia Edisi I. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. hal 73-77.
  6. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Curcumin_structure_%28keto%29.svg/2000px-Curcumin_structure_%28keto%29.svg.png  
  7. Menkes RI. 2017. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.07/MENKES/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia, hal 43-44.
  8. Depkes RI. 1978. Materia Medika Indonesia Jilid II. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 42-47