Masa pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung. Indonesia sendiri telah melakukan kebijakan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan) serta menghimbau masyarakat harus tetap menjaga kesehatan diri, salah satunya dengan meningkatkan sistem imun tubuh. Indonesia memiliki sumber alam yang sangat kaya akan tanaman rimpang. Salah satu kelompok tanaman rimpang yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh adalah dari famili Zingiberaceae, seperti jahe, kunyit, dan temulawak.
Ketiga rimpang tersebut tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sejak dahulu, jahe dan kunyit secara turun menurun sudah digunakan sebagai pengobatan, bumbu masak maupun bahan baku jamu. Lain halnya dengan temulawak yang dalam kehidupan sehari- hari lebih sering dimanfaatkan sebagai jamu dan obat tradisional. Jahe, kunyit, dan temulawak
adalah tiga tanaman obat yang termasuk dalam rekomendasi Kementerian Kesehatan RI untuk dikonsumsi pada masa pandemi Covid-19. Pemanfaatan obat tradisional bukanlah ditujukan untuk penyembuhan dari penyakit Covid-19, namun lebih pada penggunaan dalam pemeliharaan kesehatan.
Karena berasal dari famili yang sama, maka senyawa aktif yang terdapat pada ketiganya pun serupa, yaitu kurkumin. Senyawa kurkumin dapat berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, anti peradangan, dan anti tumorigenik. Antioksidan ini yang membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah dan melawan infeksi yang disebabkan oleh
bakteri dan virus berbahaya. Salah satu pemanfaatannya pada masa pandemi sekarang adalah sebagai penjaga daya tahan tubuh.
Menurut penelitian Prof. Dr. Chairul A. Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF), menjelaskan bahwa kurkumin memiliki kemampuan untuk dapat mengendalikan produksi sitokin (protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh) akibat adanya sel yang terinfeksi oleh virus, baik itu yang disebabkan oleh
virus influenza maupun virus Covid-19. Selain itu, Prof. Nidom dalam penelitiannya pada tahun 2008 mengungkapkan kurkumin mampu mengendalikan sitokin inflamatori sehingga dapat mengatasi badai sitokin yang mungkin terjadi akibat paparan virus terus-menerus. Pernyataan ini memperkuat hasil riset sebelumnya yang menunjukkan bahwa kurkumin memiliki efek terhadap daya tahan tubuh yaitu sebagai imunomodulator. Imunomodulator adalah kelompok obat yang
mampu memodifikasi sistem imun sehingga memberikan efek peningkatan kekebalan tubuh.
Umumnya konsumsi jahe, kunyit, dan temulawak dapat dilakukan dengan merebus rimpang yang sudah bersih dalam air panas sehingga didapatkan cairan jamunya. Untuk jahe sendiri dapat diminum selagi hangat maupun ditambahkan es batu apabila ingin diminum dalam kondisi dingin, bahkan biasanya dikombinasikan dengan madu atau gula merah untuk menambah cita rasa. Dalam penyajian kunyit, biasanya dikombinasikan dengan asam, susu, gula merah ataupun jahe agar lebih enak. Sama halnya dengan temulawak yang dapat dikombinasikan dengan daun pandan, gula aren, jahe, maupun sereh untuk menambah kenikmatannya.
Baca artikel ini lebih lengkap pada :

